Sabtu, 03 Oktober 2015

Tugas Pemberdayaan Masyarakat Desa di Sulsel "SEjarah Terbentuknya Desa allamungeng Patue dan Desa arallae"

Edit Posted by with No comments
Desa Allamungeng Patue

Desa Allamungeng Patue merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone. Letak Allamungeng Patue yang jauh dari pusat kota Watampone tidak membuatnya sebagai desa tertiggal dalam segala hal. Bahkan desa Allamungeng Patue ditahun 2013 ini masuk menjadi nominator salah satu desa andalan pemerintah Kabupaten Bone untuk menjadi perwakilan lomba pembangunan desa tingkat Provinsi.
Pada mulanya, Desa Allamungeng Patue hanya merupakan perkampungan kecil yang dihuni oleh beberapa orang. Pada saat itu, desa ini lebih dikenal dengan sebutan nama 'Kampung Bunne'. Dibalik kesederhanaannya, Desa Allamungeng Patue mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi, khususnya bagi Kabupaten Bone, Wajo, Soppeng dan Sulawesi selatan pada umumnya.
Pada tahun 1582, Raja Bone ke tujuh, La Tenri Rawe dan Raja Bone ke Sebelas, Labung Kace Tau Dama serta Raja Soppeng ke 12 La Mataesso Punglipu mengadakan suatu perjanjian persahabatan yang lebih dikenal dengan perjanjian "Tellu Poccoe".
Hasil dari janji atau ikrar tersebut dan sebagai tanda akan terjalinnya kata sepakat persahabatan ketiga raja maka ditanamlah sebuah batu besar yang disebut 'Mallamung Patu'. Letak dari batu tersebut sekitar satu kilometer sebelah selatan desa Allamungeng Patue dan batu tersebut sampai sekarang tetap ada.
Persahabatan dari ketiga raja tersebut sebagai sejarah dari desa Allamungeng Patue. Sehingga pada tahun 1964 Allamungeng Patue resmi dijadikan suatu desa yang saat ini meliputi tiga dusun yaitu Dusun Bunne, Dusun Sumpang Lawo dan Dusun Kawerang.

Mayarakat Desa Allamungeng Patue memiliki sebuah motto 'Rebba Sippatokkong, Mali Siparappe' yang artinya Dengan Semangat Gotong-royong Kita Laksanakan Pembangunan. Motto tersebutlah yang menjadi motifasi desa yang dipimpin Andi Murni Rumpang selaku Kepala Desa untuk terus berkembang dan meningkatkan pembangunan desa bersama masyarakatnya.



ASAL MULA DESA ARALLAE


Desa Arallae terletak di kecamatan Kahu, kabupaten Bone, Sula-wesi Selatan.berbatasan langsung dengan desa Bellu di sebelah timur dan desa Labuaja di sebelah barat. Awalnya, desa ini bernama Labuaja.  Daerahnya sangat luas. Seiring berjalannya waktu, orang-orang pejabat desa menganggap daerah ini terlalu luas untuk di pimpin oleh satu orang saja, mereka bersepakat untuk membagi daerah ini menjadi beberapa desa. Keinginan mereka pun mereka sampaikan ke pemimpin desa itu. Awalnya sang pemimpin menolak usulan tersebut, tapi  para pejabat desa terus mendesak sang pemimpin untuk menerima usulan mereka.pada akhirnya sang pemimpin dengan terpaksa menerima usulan mereka. Keputusan pun sudah ditentukan. Daerah ini akan di bagi menjadi 2 daerah/desa. Nama desa tersebut adalah desa Arallae. 
Pengambilan nama Arallae bukannya tanpa alasan. Asal mula nama desa tersebut berawal dari ketika desa tersebut di serang hama semut merah yang dalam bahasa bugisnya adalah Arilla. Hama tersebut sangat meresahkan masyarakat karena mengganggu kehidupan mereka. Setelah peristiwa itu berlalu masyarakat pun  bersepakat untuk memberi nama Arallae pada desa mereka.

0 komentar:

Posting Komentar